21/05/2016

Penulisan Huruf Kapital (Besar) yang Benar

Banyak blogger sering melakukan kesalahan dalam penulisan huruf kapital pada sebuah konten.

Dan yang menarik, mereka tidak menyadarinya.

Jika mereka mengejar traffic dari dalam negeri ini tidak masalah.

Namun, beda cerita jika mereka (para blogger) bermaksud untuk mendapatkan traffic dari luar negeri.

Sekadar mengingatkan, gaya bahasa Anda boleh santai namun kata-kata yang dituliskan harus sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia/PUEBI (dulu Ejaan Yang Disempurnakan/EYD)...

...yang sederhana-sederhana sajalah, tidak usah memakai bahasa tingkat dewa.

Yang penting pembaca paham dengan bahasan Anda.

Penggunaan huruf kapital

pemakaian huruf kapital

1. Huruf pertama kalimat


Pakailah huruf kapital atau huruf besar sebagai huruf pertama pada kata pertama sebuah kalimat.

Contoh:

  • Adik perempuan saya sedang meminum kopi buku di teras.
  • Apa yang dimaksud dengan hewan berbuku?
  • Kita harus membanting tulang demi tercapainya tujuan kita itu.
  • Kegiatan memanen padi ini dilakukan di banyak desa, di kecamatan Banjarsari.

2. Huruf pertama kalimat langsung


Pakailah huruf kapital atau huruf besar sebagai huruf pertama pada kata pertama sebuah kalimat langsung.

Contoh:

  • Ayah berkata,"Ayah dahulu sekolah di Bandung."
  • Ibu bertanya,"Apakah anakku sudah pulang ke Semarang?"
  • Kata ayah kepada ibu,"Dika harus sudah ada di rumah saat aku pulang nanti."

3. Keagamaan


Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama pada kata dan/atau ungkapan yang ada hubungannya dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk juga di dalamnya kata ganti untuk Tuhan.

Contoh:

  • Kristen
  • Alkitab
  • Islam
  • Quran
  • Hindu
  • Weda
  • Yesus
  • Allah
  • Yang Mahakuasa
  • Yang Maha Pengasih
  • Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya.
  • Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.

Ingat....

Jangan pakai huruf kapital pada kata-kata seperti imam, puasa, kebaktian, misa, ibadah, salat.

Contoh pemakaiannya adalah Ayah kebaktian di Gereja setiap hari Minggu.

4. Gelar kehormatan


Poin A

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan nama, gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti dengan nama orang.

Contoh:

  • Pangeran Antasari
  • Sultan Hasanuddin
  • Haji Agus Salim
  • Imam Syafii
  • Nabi Elia

Poin B

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama dalam penulisan nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.

Contoh:

  • Ayah baru saja diangkat menjadi seorang sultan.
  • Pada tahun ini ayahnya pergi naik haji.
  • Ilmunya belum seberapa, tetapi lagaknya sudah seperti kiai.

5. Jabatan


Poin A

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan nama jabatan yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu.

Contoh:

  • Wakil Presiden Adam Malik
  • Perdana Menteri Nehru
  • Namanya adalah Profesor Supomo
  • Dia bernama Laksamana Marbi
  • Ayahnya adalah Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian
  • Ayahku diangkat sebagai Gubernur Jawa Tengah

Poin B

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan nama jabatan atau nama instansi yang merujuk kepada bentuk lengkapnya.

Contoh:

  • Sidang itu dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia.
  • Sidang itu dipimpin Presiden.
  • Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
  • Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen.

Poin C

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama dalam penulisan nama jabatan dan pangkat yang tidak merujuk kepada nama orang, nama instansi, atau nama tempat tertentu.

Contoh:

  • Berapa orang lurah yang hadir dalam rapat itu?
  • Devisi itu dipimpin oleh seorang letnan mayor.
  • Di setiap departemen terdapat seorang inspektur jenderal.

6. Nama orang


Poin A

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan unsur-unsur nama orang.

Contoh:

  • Yosua Herbi Pradika
  • Dewi Herminingsih
  • Wage Rudolf Supratman
  • Tabita Debi Pramesthi
  • Kelvin

Catatan:

(1) Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada,

  • de, van, dan der (dalam nama Belanda)
  • von(dalam nama Jerman)
  • da (dalam nama Portugal).

Contoh:

  • J.J de Hollander
  • J.P. van Bruggen
  • H. van der Giessen
  • Otto von Bismarck
  • Vasco da Gama

(2) Dalam nama orang tertentu, huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata bin atau binti.

Contoh:

  • Abdul Rahman bin Zaini
  • Ibrahim bin Adham
  • Siti Fatimah binti Salim
  • Zaitun binti Zainal

Poin B

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.

Contoh:

  • Pascal second --> Pas
  • J/K atau JK-1 --> Joule per Kelvin
  • N --> Newton

Poin C

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.

Contoh:

  • Mesin diesel
  • 10 volt
  • 5 ampere

7. Kebangsaan


Poin A

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.

Contoh:

  • Bangsa India
  • Suku Bugis
  • Bahasa Jawa

Poin B

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang digunakan sebagai bentuk dasar kata turunan.

Misalnya:

  • Pengindonesiaan kata asing
  • Keinggris-inggrisan
  • Kejawa-jawaan

8. Waktu dan peringatan


Poin A

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan nama tahun, bulan, hari, dan hari raya.

Contoh:

  • Tarikh Masehi
  • Tahun Hijriah
  • Bulan Januari
  • Hulan Ramadhan
  • Hari Minggu
  • Hari Nyepi
  • Hari Lebaran
  • Hari Natal

Poin B

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan unsur-unsur nama peristiwa sejarah.

Contoh:

  • Perang Bubat
  • Perang Dunia II
  • Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Poin C

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama.

Contoh:

  • Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.
  • Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.

9. Tempat


Poin A

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan unsur-unsur nama diri geografi (tempat).

Contoh:

  • Banyuwangi
  • Surakarta
  • Asia Selatan
  • Cirebon
  • Rusia
  • Eropa
  • Jawa Barat

Poin B

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan unsur-unsur nama geografi yang diikuti nama diri geografi.

Contoh:

  • Bukit Barisan
  • Danau Toba
  • Dataran Tinggi Dieng
  • Gunung Semeru
  • Jalan Diponegoro
  • Jazirah Arab
  • Ngarai Sianok
  • Lembah Baliem
  • Selat Bali
  • Pegunungan Alpen
  • Sungai Bengawan Solo
  • Tanjung Harapan
  • Teluk Jakarta
  • Terusan Panama

Poin C

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan nama diri atau nama diri geografi jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya.

Misalnya:

  • Ukiran Jepara
  • Pempek Palembang
  • Tari Melayu
  • Sarung Mandar
  • Asinan Bogor
  • Sate Mak Ajad

Poin D (sering lupa)

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur geografi yang tidak diikuti oleh nama diri geografi.

Contoh:

  • Berlayar ke teluk
  • Mandi di sungai
  • Menyeberangi selat
  • Berenang di danau

Poin E (sering lupa)

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama diri geografi yang digunakan sebagai penjelas nama jenis.

Contoh:

  • Nangka belanda
  • Kunci inggris
  • Harimau sumatera
  • Petai cina
  • Pisang ambon
  • Jeruk bali

10. Lembaga negara


Poin A

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan semua unsur nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, seperti dan, oleh, atau, dan untuk.

Contoh:

  • Republik Indonesia
  • Departemen Keuangan
  • Majelis Permusyawaratan Rakyat
  • Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2001
  • Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak

Poin B

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi.

Contoh:

  • Beberapa badan hukum
  • Kerja sama antara pemerintah dan rakyat
  • Menjadi sebuah republik
  • Menurut undang-undang yang berlaku

Catatan:

Jika yang dimaksudkan ialah nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan dokumen resmi pemerintah dari negara tertentu, misalnya Indonesia, huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital.

Contoh:

  • Pemberian gaji bulan ke-13 sudah disetujui Pemerintah.
  • Tahun ini Departemen Keuangan sedang menelaah masalah itu.
  • Surat itu telah ditandatangani oleh Direktur.

11. Nama-nama resmi


Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dokumen resmi, dan judul karangan.

Contoh:

  • Perserikatan Bangsa-Bangsa
  • Rancangan Undang-Undang Kepegawaian
  • Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial
  • Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan

12. Karya tulis (sering lupa)


Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah, kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal.

Contoh:

  • Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
  • Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.
  • Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan.
  • Ia menyelesaikan makalah "Asas-Asas Hukum Perdata".

13. Singkatan gelar, pangkat, dan sapaan


Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan yang digunakan dengan nama diri.

Contoh:

  • Dr. --> doktor
  • S.E. --> sarjana ekonomi
  • S.H. --> sarjana hukum
  • S.S. --> sarjana sastra
  • S.Kp. --> sarjana keperawatan
  • M.A. -->master of arts
  • M.Hum. --> magister humaniora
  • Prof. --> profesor
  • K.H. --> kiai haji
  • Tn. --> tuan
  • Ny. --> nyonya
  • Sdri.--> saudari

Catatan:

Gelar akademik dan sebutan lulusan perguruan tinggi, termasuk singkatannya, diatur secara khusus dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/U/1993.

14. Kekerabatan


Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak digunakan dalam pengacuan atau penyapaan.

Contoh:

  • Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
  • Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.
  • Dia tidak mempunyai saudara yang tinggal di Jakarta.

15. Kata sapaan (Penting)


Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama kata Anda yang digunakan dalam penyapaan.

Contoh:

  • Sudahkah Anda tahu?
  • Siapa nama Anda?
  • Surat Anda telah kami terima dengan baik.

Bonus:
PDF gratis tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)
Download

Penutup


15 aturan penulisan huruf kapital itu kerap dilupakan oleh banyak orang, termasuk para blogger.

Untuk itu, agar orang terdekat Anda tidak salah dalam penulisan huruf besar, Anda bisa membagikan konten ini melalui jejaring sosial. :)

Terima kasih.

2 komentar

wahhh keren, terimakasih gan mungkin sangat membnatu untuk anak2 di Riau

Wah ternyata ribet juga ya gan penulisan huruf kapital :-D

Ayo komentar.... :) Bagikan pengalaman Anda!
EmoticonEmoticon